Berkat Inovasi Al Haris, Desa Koto Rawang Merangin Tak Lagi Terisolir -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Berkat Inovasi Al Haris, Desa Koto Rawang Merangin Tak Lagi Terisolir

tuntas.co.id



MERANGIN, TUNTAS.CO.ID - Warga Desa Koto Rawang, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin kini sudah bisa bernafas lega. Mimpi mereka untuk bebas dari keterbelakangan, terisolir  sudah berakhir.

Cita cita masyarakat terbukanya jalan dan bisa dilalui kendaraan roda empat ke desa mereka, kini sudah jadi kenyataan. Gembira tentu, terlihat jelas dari wajah mereka yang berpuluhan tahun tinggal di tengah hutan tanpa ada akses memadai untuk keluar masuk desa.

Kegembiraan masyarakat Desa Koto Rawang  terpancar jelas ketika Al Haris, Bupati Merangin disambut meriah dan suka cita oleh warga saat menginjakkan kaki yang kedua kalinya di Kot Rawang, Minggu (29/9).

Bupati yang datang bersama Ketua DPRD Merangin dan sejumlah Kepala OPD disambut kalungan bunga, pencak silat, tarian sekapur sirih dan tokoh masyarakat.

Warga juga memotong sapi sebagai wujud syukur lancarnya akses keluar masuk desa. Dan kini mereka bisa melihat langsung mobil dinas Bupati BH 1 F dan kendaraan roda empat lainnya masuk ke tengah desa.

Kades Koto Rawang, mengatakan warga bernazar jika kendaraan roda empat masuk kota Rawang kami bernazar memotong sapi satu ekor dan beras 100. "Dan hari ini kami penuhi nazar kami. Dulu waktu berkunjung ke Koto Rawang berjanji menembus jalan ke desa kami dan kini sudah dipenuhi," katanya.

"Kini kendaraan roda empat sudah masuk ke Koto Rawan dan kami sangat merasakan manfaatnya terima kasih atas semua bantuannya. Alhamdulillah selama dunia terbentang zaman Pak Al Haris warga koto Rawang merdeka, terima kasih kami tidak terisolir lagi," tambah Kades lagi.

Bupati Merangin Al Haris mengatakan masuknya jalan ke Koto Rawang merupakan hasil Pertisun (Perjalanan pejabat tidur di dusun) 2017 lalu. Al Haris menuturkan waktu itu ke Koto Rawang harus melintasi hutan belantara dan lebatnya guyuran hujan yang berjam-jam lamanya berjalan kaki.

"Saat itu saya berpikir alangkah susahnya warna Kota Rawang untuk menuju keluar. Bagaimana jika warga sakit dan hal lainnya, itu sangat menjadi keresahan saya," ujarnya.

"Ini hasil Pertisun dulu. Alhamdulillah tadi kami kesini mobil berjalan lancar. Kita tidak ingin anak-anak kita menderita, cukup kita dulu yang berjalan kaki untuk menuju desa terdekat. Inilah warisan kita kedepan kita tinggalkan untuk anak cucu kita," tambah Al Haris lagi.

Al Haris berharap dengan lancarnya ke akses Koto Rawang jadi motivasi warga untuk lebih maju. "Membuat semangat anak kita untuk semangat maju, semangat sekolah. Saya berpikir masuknya jalan ke sini membuat anak-anak disini bahagia, walau saya belum bisa membuat sejahtera," tuturnya.

Al Haris juga menyebutkan kini tinggal satu Pekerjaan Rumah (PR) yakni jalan ke Desa Air Liki, Kecamatan Tabir Barat. "Itu terkendala kawasan TNKS, tapi itu sudah kita upayakan ke Menteri Kehutanan agar bisa membuka jalan ke Air Liki," ungkapnya.(may)