'Jual Kecap' Pemberantasan PETI di Merangin -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

'Jual Kecap' Pemberantasan PETI di Merangin

tuntas.co.id


Ilustrasi | ist

MERANGIN, TUNTAS.CO.ID - Janji pemberantasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih sekedar 'jual lan kecap'. Hingga kini puluhan alat berat jenis ekskavator masih beraktifitas menambang dengan bebas.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin, Hendri Maidalef, mengakui kondisi ini. Ia mengatakan, berdasarkan data Intelkam Polres Merangin, ada sekitar 60 ekskavator yang masih terus menambang.

Gajah besi tersebut tersebar di beberapa kecamatan. "Data Intelkam Polres ada masih sekitar 60 alat berat atau ekskavator," kata Hendri dalam acara rapat pemberantasan PETI dan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) yang digelar di ruang pola I kantor Bupati Bupati Merangin (6/8).

Ia mengatakan akan dibentuk tim terpadu menangani persoalan yang sudah sangat akut ini. Tim yang ia maksud akan dibentuk secara berjenjang hingga ke tingkat desa.

Hendri mengatakan dana tidak jadi persoalan bagi tim terpadu. Karena bisa dari masing-masing instansi. Hendri juga berjanji akan menindak oknum perangkat desa yang bermain PETI.

Namun 'gertakan' ini ditanggapi pesimis oleh warga. Zaidul, warga Kecamatan Muara Siau, mengatakan pengangkutan minyak untuk PETI bahkan melintas di depan kantor Polsek Siau. Namun nyaris tidak ada tindakan pencegahan yang berdampak signifikan.

"Kalau memang mau berantas, pasti bisa. Jangan berlindung di balik alasan tidak bisa diberantas karena masyarakat banyak terlibat. Minyak untuk PETI dibawanya leeat depan kantor polsek kok. Stop minyak, pasti stop PETI," katanya.

Beberapa waktu lalu Polres Merangin diketahui memeriksa beberapa kepala desa terkait PETI. Kabarnya, mereka dimintai keterangan terkait aktifitas PETI di desa mereka masing-masing. Namun hingga saat ini belum diketahui tindak lanjutnya.

"Oknum kades, anggota dewan lama dan anggota dewan terpilih, beberapa orang main PETI. Semua orang tau. Tapi pura-pura tidak tau," tambahnya.

Bupati Al Haris sebelumnya juga sudah memberi limit waktu kepada seluruh pemain PETI akan menghentikan kegiatan ilegalnya. Namun hingga beberapa minggu paska batas waktu yang dijanjikan, PETI masih terus berlanjut di beberapa kecamatan.(tim)