Habib Lutfi : Bali, Kalimantan, Papua Bisa Memisahkan Diri Kalau Khilafah Dipaksakan

 

Ustaz Abdul Somad saat bai'at thoriqoh kepada Habib Lutfi bin Yahya | net 

TUNTAS.CO.ID - Habib Lutfi Bin Yahya menjadi satu di antara tokoh sepuh Nahdlatul Ulama yang kini masih sangat aktif memberi tausiah.

Contoh ketika Ramadan 2019 lalu, dilakukan pengajian rutin di kediaman  Habib Luthfi bin Yahya.

Konsep pengajian dikemas dalam format diskusi seperti sistem perkuliahan. 

Pertemuan membahas tentang relevansi mubahalah dalam konteks jaman sekarang, runtutan terjadinya hari kiamat, tentang syariat Islam dan khilafah di Indonesia dan lain-lain. 

Semua didiskusikan panjang lebar dengan referensi kitab kuning tidak hanya oleh santri senior, tetapi juga oleh Habib Husein bin Habib Luthfi bin Yahya, Habib Bidin Assegaf, KH. Abdullah Saad, Habib Muhdhor Assegaf dll.

Dikutip dari muslimoderat.net, Abah Habib, sapaan akrab para santri kepada Habib Luthfi bin Yahya, tampak santai menyimak argumen para santri sebelum memberikan jawaban pungkas mengenai permasalahan-permasalahan yang dibahas. 

Habib Lutfi bin Yahya | net

Satu yang disampaikan Habib Lutfi di antaranya kenapa beliau keras dalam bicara tentang NKRI, karena saya menjaga umat Islam agar tidak pecah.

Khilafah menurut Habib Lutfi tidak akan cocok diterapkan pada jaman sekarang. 
"Saudara-saudara kita di Papua, Kalimantan, Bali, bisa memisahkan diri dari Indonesia jika khilafah dipaksakan di Indonesia, sebab Indonesia negara yang plural terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan bahasa," jelas Habib Lutfi.

Habib Lutfi melanjutkan, jika khilafah diterapkan lantas siapa yang akan menjadi khalifahnya? Apakah dari NU, Muhammadiyah, HTI atau yang lain? Apakah semua akan menerima kalau khalifahnya dipegang oleh salah satu ormas.

Oleh karena itu konsep NKRI itu sudah final dan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. (*)

No comments:
Write comments