22 August 2019

Dorlince : Tidak Ada Mahasiswa Papua yang Membuang Bendera ke Selokan



SURABAYA, TUNTAS.CO.ID - Penelusuran terkait pengepungan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap para remaja asal Papua yang kuliah di Surabaya masih terus dilakukan.

Komnas HAM turun ke Surabaya untuk menelusuri kejadian ini.

Sementara Mahasiswa Papua membantah telah membuang bendera merah putih yang ada di depan asrama mereka di Jalan Kalasan, Surabaya.

Kalau pihak yang mengepung mengaku memiliki video, mahasiswa meminta video itu dibuka bersama, dan dilihat siapa pelakunya.

"Kalau memang mereka punya CCTV bukti dan sejenisnya harusnya kan melalui pendekatan hukum. Kemudian kita klarifikasi bersama siapa oknumnya kan nggak bisa main hakim sendiri atau menyuruh kami keluar sementara kami ini tidak tahu apa-apa," kata seorang penghuni Asrama Mahasiswa Papua Dorlince Iyowau.


Karena lanjutnya, soal pembuangan bendera mereka sama sekali tidak tahu menahu.

"Karena ada beberapa teman termasuk saya sendiri keluar untuk beli makan siang itu. Setelah masuk benderanya memang sudah tidak ada," lanjut dia

Dorlince menuturkan, usai masuk asrama setelah membeli makanan pada Jumat (11/8) pukul 15.20 WIB, ada orang-orang yang menggebrak pintu. Sambil berkata rasis mereka menyuruh penghuni asrama keluar dan menantang beradu fisik.

"Jam 15.20 WIB kami kemudian didatangi dan gebrak-gebrak pintu dan ngata-ngatain kami monyet, babi, anjing keluar dan kata-kata rasis. Kemudian kami minta negosiasi atau pendekatan hukum. Kami mau klarifikasi bersama tapi pihak mereka tidak mau," papar Dorlince.

Mereka pun kaget, karena siangnya masih baik-baik saja, tidak ada masalah apapun dengan warga sekitar.

Atas kejadian itu, pihaknya juga sudah menanyakan kepada seluruh penghuni asrama apakah ada yang membuang bendera ke selokan, namun menurutnya tidak ada yang melakukannya.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla mempertanyakan dugaan bendera merah putih yang dibuang hingga berujung insiden pengepungan asrama mahasiswa Papuadi Surabaya, 16 Agustus lalu.

Menurut JK, polisi harus menyelidiki lebih lanjut dan menjelaskan persoalan tersebut secara terbuka.

"Dari keterangan polisi itu kan mengamankan karena mau ada serangan, tapi belum terjadi hanya ramai-ramai dikepung gitu. Tentu ada sebabnya, ada yang bicara ada yang buang bendera merah putih di selokan. Apa benar itu? Semua harus terbuka," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta. (*)

No comments:
Write comments