Presiden Jokowi Sampaikan Pesan Pakai Bahasa Jawa di Instagram, 'Lamun Sira Sekti Aja Mateni' -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Presiden Jokowi Sampaikan Pesan Pakai Bahasa Jawa di Instagram, 'Lamun Sira Sekti Aja Mateni'

tuntas.co.id


Captire Instagram Presiden Jokowi

JAKARTA, TUNTAS.CO.ID - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memposting sebuah cuplikan video bebahasa Jawa halus yang ia ucapkan sendiri.

Dalam video itu, terlihat dua sosok, sosok pertama lukisan atau wayang menyerupai Gatotkaca yang sedang memberikan dua tangkai padi yang sudah menguning.

Padi itu diberikan kepada sosok yang digambar menyerupai seorang petani.

Gatotkaca berada di bagian kanan dan sedikit di atas petani, sambil seolah sedang memapah petani untuk bangkit.

Dalam video itu ada tulisan dan suara Jokowi berbahasa Jawa halus. "Lamun Sira Sekti, Aja Mateni"

Bahasa Jawa halus ini memiliki makna meskipun kuat, jangan menjatuhkan.

Kemudian di caption video yang diunggahnya, Jokowi menulis tentang kondisi kemajuan zaman.

"Zaman sudah semakin maju, tapi kita tetap mengingat pesan-pesan bijak dan agung para leluhur. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan," tulis Jokowi.

Unggahan Presiden ini mendapat banyak tanggapan dari warganet.

Baru lima jam diunggah, video itu sudah ditonton hampir satu juta kali, dan mendaoat hampir tiga ribu komentar.

Dikutip dari Wikipedia, Gatotkaca adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata, putra Bimasena (Bima) atau Wrekodara dari keluarga Pandawa.

Ibunya bernama Hidimbi(Arimbi), berasal dari bangsa rakshasa. Gatotkaca dikisahkan memiliki kekuatan luar biasa.

Dalam perang besar di Kurukshetra, ia menewaskan banyak sekutu Korawa sebelum akhirnya gugur di tangan Karna.

Di Indonesia, Gatotkaca menjadi tokoh pewayangan yang sangat populer. Misalnya dalam pewayangan Jawa, ia dikenal dengan sebutan Gatotkoco (bahasa Jawa: Gathotkaca).

Kesaktiannya dikisahkan luar biasa, antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta terkenal dengan julukan "otot kawat tulang besi". (ari)