Peringati Hari Lingkungan Hidup di Stockpile, Bupati Masnah Bicara Polusi Udara -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Peringati Hari Lingkungan Hidup di Stockpile, Bupati Masnah Bicara Polusi Udara

tuntas.co.id


MUAROJAMBI, TUNTAS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Muarojambi menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Peringatan acara ini dilaksanakan di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, tepatnya di Stockpile PT JNE di Desa Muarojambi Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Selasa 16 Juli 2019.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Muarojambi, Masnah Busro, Kapolda Jambi, Irjen Muchlis, Kapolres Muarojambi, AKBP Mardiono, Kajari Muarojambi, OPD serta unsur Forkompimda Lingkup Pemerintahan Kabupaten Muarojambi. Dalam kesempatan ini, Masnah Busro menyampaikan pidato Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.

Dikatakan Masnah bahwa peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun ini ditandai dengan peringatan dari World Health Organization (WHO) tentang salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan manusia yaitu polusi udara. Karena berdasarkan data tercatat 9 dari 10 orang terpapar pencemaran udara.

WHO menyatakan setiap tahun 7 juta orang meninggal karena polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor, industri, pertanian dan pembakaran sampah. Sehingga tidak heran jika United Nation Environment mengangkat tema kendalikan polusi udara," ujar Masnah membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya.

Sementara itu, dilanjutkan Masnah untuk memastikan polusi udara terpantau dengan baik, sejak tahun 2015 telah dibangun sistem pemantauan kualitas udara kontinu sebanyak 26 stasiun pemantauan dan terhubung dengan 44 stasiun yang sudah ada. Berbagai upaya pemerintah yang ada dikatakan masih perlu ditingkatkan untuk semakin meneguhkan lingkungan.

"Pada wilayah Pontianak, Jambi, Palangkaraya, Padan dan Palembang juga terdapat waktu-waktu tertentu udara tidak sehat karena kebakaran lahan dan hutan," ucap Masnah.

Terhadap polusi udara, perlu dilakukan upaya pengendalian yang diimbangi dengan gerakan menanam pohon untuk menambah kapasitas reduksi polusi udara. Kementerian LHK menargetkan penanaman pohon seluas 207.000 hektare pada tahun 2019 ini dan terfokus pada 15 Das Prioritas, 15 Danau Prioritas, 65 Dam atau bendungan dan daerah-daerah rawan bencana.

"Gerakan ini akan memberikan dampak yang lebih besar jika seluruh pihak berpartisipasi dengan target menanam dan memelihara 25 pohon seumur hidup," pungkasnya. (*)