Kyai Hasim Asy'ari dan Ahmad Dahlan Segera Difilmkan -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Kyai Hasim Asy'ari dan Ahmad Dahlan Segera Difilmkan

tuntas.co.id



JAKARTA, TUNTAS.CO.ID - Jejak sejarah hadratus syaikh KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan akan difilmkan. Film ini akan digarap bersama oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah dengan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Film semidokumenter tersebut bertajuk "Jejak Langkah 2 Ulama". Fokusnya menceritakan perjalanan Hasyim Asy'ari dan Ahmad Dahlan.

Ketua LSBO PP Muhammadiyah Sukriyanto AR, mengatakan gagasan menghadirkan film tentang kisah dua ulama besar itu untuk menjawab keresahan. Dimana banyaknya kekerasan, bom, caci maki, dan terorisme di Indonesia yang kerap mengatasnamakan Islam.

"Padahal kedua ulama ini telah mengajarkan kepada kita untuk berdakwah dengan cara yang menyejukkan, menyegarkan, damai, dan penuh toleransi," kata Syukri.

NU dan Muhammadiyah berhasil menanamkan ajaran Islam yang damai, teduh, toleran, mencerahkan, dinamis, membangun, dan mempersatukan bangsa di Indonesia. Kedua ormas Islam terbesar ini mesti terus menjadi cahaya damai di Indonesia.

Film ini akan mulai digarap Agustus mendatang. Ditargetkan per September 2019 sudah mulai tayang. "Visinya nanti akan terlihat betapa dekatnya hubungan NU dan Muhammadiyah," tambahnya.

Dalam catatan sejarahnya, Kiai Hasyim Asy'ari dan Kiai Ahmad Dahlan berguru pada ulama besar yang sama. Yakni KH Saleh Darat di Semarang. Mereka juga sama-sama belajar kepada KH Cholil Bangkalan.

Di Makkah, mereka juga berguru pada ulama yang sama. Yakni Syeh Ahmad Khatib Al Minagkabauwy, Syeh Al Bantany, dan Kyai Dimyati asal Tremas.

Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir, mengatakan kedua ulama ini tidak pernah saling merendahkan. Sebaliknya saling menghormati ketika memiliki perbedaan pandangan. Keduanya juga memiliki misi yang sama untuk membangun karakter bangsa.

"Selain menanamkan nilai Islam yang moderat, Islam yang damai, tapi juga membawa pembaruan untuk kemajuan bangsa. Ini perlu menjadi 'role model' generasi baru," kata Haedar.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Tebuireng Solahuddin Wahid mengatakan dengan film, masyarakat bisa lebih mudah mengetahui lebih dalam dan lebih dekat dengan keteladanan mereka. "Kedua tokoh ini adalah dua diantara empat raksasa umat Islam pada zaman itu," kata kiai yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Menurut Gus Sholah, keempat tokoh yang dimaksud selain Kiai Ahmad Dahlan, dan Kiai Hasyim Asy'ari juga ada Umar Said Cokroaminoto dan Agus Salim.

"Dengan kerja sama ini saya pikir kita bisa bersama-sama menyampaikan kepada masyarakat bagaimana perjuangan para tokoh ini," kata dia.

Sutradara Film, Sigit Ariansyah mengatakan pemeran Kiai Hasyim Asy'ari maupun Kiai Ahmad Dahlan tak melibatkan artis-artis papan atas dan diprioritaskan dari kader NU dan Muhammadiyah. "Seperti untuk pemeran Kiai Hasyim saya wajibkan memiliki keahlian membaca kitab kuning dan fasih melafalkan bahasa Arab," kata dia.

Untuk pemeran Kiai Hasyim Asy'ari saat dewasa akan diperankan oleh Gus Reza yang merupakan cucu dari Kiai Hasyim atau sepupu dari Gus Solah. Sedangkan untuk pemeran Kiai Ahmad Dahlan, hingga saat ini masih dalam proses casting.

"Sekarang yang belum menemukan adalah pemeran Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy'ari kecil," kata Sigit.(mm)