Fakta Kelompok SMB Jambi, Bebas Pegang Senpi, Keroyok Anggota TNI, Polri hingga Kades -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Fakta Kelompok SMB Jambi, Bebas Pegang Senpi, Keroyok Anggota TNI, Polri hingga Kades

tuntas.co.id


Capture video saat anggota SMB Jambi mengeroyok anggota TNI di Jambi pekan lalu | ist

JAMBI, TUNTAS.CO.ID - Kelompok bersenjata Serikat Mandiri Batanghari (SMB) Jambi memiliki fakta-fakta yang selama ini mereka lakukan di lapangan.

Setidaknya ada 14 tindakan kriminal yang dilakukan kelompok SMB satu tahun terakhir.

Aksi kelompok yang rata-rata anggotanya memegang senjata api rakitan ini menyasar masyarakat, kepala desa, karyawan perusahaan, anggota TNI dan Polri.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengatakan,  14 tindakan kriminal itu, berupa aksi pemukulan terhadap korbannya sampai luka-luka.

"Kemarin mereka melakukan pemukulan terhadap 3 TNI dan 2 polisi saat melakukan pemadaman Karhutla di Distrik 8 Kabupaten Batanghari, Jambi,” kata Kapolda Jambi.

Tiga hari sebelum mengeroyok anggota TNI dan Polri, kelompok SMB tepatnya pada 10 Juli 2019 memukul Kepala Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Hendrianto.

Saat itu ia bersama anggota kelompok tani menuju lokasi IUP HHK HTR (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat).

Di perjalanan, tepatnya di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam mereka berhenti sholat di masjid.

Saat keluar masjid, mereka didatangi kelompok SMB, dan melarang mereka untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi yang akan dituju.

BACA JUGA :

Pemimpin Kelompok Bersenjata SMB Jambi Ditangkap, Kondisinya Mengenaskan

Pemimpin Kelompok Bersenjata SMB Jambi, Disebut Kebal dan Pernah Bawa Massa Bersenjata Bambu Runcing ke Mapolres

Tidak lama kelompok SMB langsung melakukan perusakan terhadap truk yang ditumpangi kelompok tani, lalu mengeroyok kepala desa.

"Sementara anggota kelompok tani saat itu pada lari ketakutan, mencarlah larinya biar tidak dikeroyok," papar Hendriyanto.

Hendriyanto menegaskan kelompok SMB harusnya ditindak tegas, karena aksi mereka sudah seperti kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Tiga hari setelah itu, kelompok SMB melakukan pengeroyokan terhadap tiga anggota TNI dan dua anggota polisi, mereka mengeroyok sambil menenteng senjata api, hingga korban babak belur.

Capture video anggota kelompok SMB memukul anggota TNI di Jambi.

Kelompok bersenjata di Jambi selama ini memang ditakuti oleh masyarakat lokal di sekitar wilayah konflik, karena mereka bebas memegang senjata api rakitan.

"Bisa dibilang setiap anggota punya senjata api mereka itu," kata seorang warga yang meminta identitasnya tak diungkap.

Kelompok SMB selama ini diketahui terlibat konflik lahan dengan perusahaan PT WKS, anak perusahaan dari Sinarmas Group. Konflik ini tidak pernah selesai hingga saat ini.

Anggota Polisi Luka-luka Saat Tangkap Ketua SMB

Anggota kelompk SMB saat ditangkap beberapa hari lalu

Diketahui kini kelompok bersenjata SMB Jambi sudah ditangkap pasca pengeroyokan terhadap anggota TNI di wilayah konflik PT WKS Batanghari, Jambi pada Sabtu (13/7/2919).

Kamis (18/7/2019) dilakukan pengepungan dan penangkapan terhadap anggota kelompok SMB. Termasuk pimpinan SMB Muslim berhasil ditangkap sekira pukul 17.00.

Dari video pendek yang beredar, Muslim tampak mengalami luka di bagian mata, kemudian diperban melingkar menggunakan lakban plastik warna coklat.

Selain Muslim, polisi juga menangkap kurang lebih 45 orang anggotanya. Semua dibawa ke Mapolda Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi, Kuswahyudi Tresnandi saat dikonfirmasi mengatakan, polisi juga mengamankan istri Muslim dari lokasi.

Polisi juga mengamankan puluhan senjata api rakitan yang digunakan untuk menyerang aparat TNI dan kamp perusahaan beberapa hari lalu.

Bukan perkara mudah untuk menangkap Muslim Cs, sempat terjadi perlawanan, bahkan dua anggota polisi mengalami luka sabetan benda tajam.

"Dua anggota kita terkena Sajam," kata Koeswahyudi. (*)