Di Bawah Kepemimpinan Safrial, Tanjabbar Raih WTP -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Di Bawah Kepemimpinan Safrial, Tanjabbar Raih WTP

tuntas.co.id


TANJABBAR, TUNTAS CO.ID - Perjalanan panjang Kabupaten Tanjung Jabung Barat peroleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKDP) tahun 2018.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Provinsi Jambi memberikan penilaian Opini WTP terhadap LKDP Pemkab Tanjab Barat tahun 2018.

Diwawancarai Sabtu (15/6/2019) Safrial, Bupati Tanjab Barat mengatakan opini WTP yang diraih merupakan hasil dari kerja keras. Untuk itu dia meminta jangan berbangga hati terlebih dahulu tanpa dapat mempertahankannya.

"Kita juga tidak berbangga hati, yang paling penting kita dapat WTP, besok bisa mempertahankannya. Yang paling penting bagaimana kita membangun untuk kesejahteraan rakyat. WTP bukan jaminan, tetapi laporan atas keuangan dan aset. " ujar Safrial belum lama ini.

Ditegaskannya, hal yang terpenting bagaimana mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan saat pelantikan Plh Sekda, Bupati Safrial menyinggung pejabatnya untuk dapat mempertahankan WTP dengan menunjuk kinerja di instansi masing-masing.

"Saya tidak ingin dengar lagi tahun besok kita turun, jadi sekali lagi administrasi itu harus. Bagaimana pencatatan aset kita, yang baik dan benar," katanya tegas.

Sebagaimana diketahui perolehan WTP ini mengalami perjalanan yang cukup panjang, yaitu pada tahun 2015 dan 2016 laporan keuangan daerah Kabupaten Tanjab Barat mendapatkan opini disclaimer.

Selanjutnya pada tahun 2017 dan 2018 LKDP Tanjab Barat memperoleh Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP).

Perolehan itu dikatakan Rajiun Sitohang,  Kepala Badan Pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) tentunya didapatkan dari proses yang terus dilakukan seperti penataan aset.

"Proses yang kita lakukan adalah penataan aset, yang utama. Di dalamnya kita melakukan analisis terhadap pencatatan aset. Setelah itu kita melakukan inventarisasi atas aset itu, benar atau nggak," katanya. (Anto)