Demokrat Merangin: Kami Bersama SBY -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Demokrat Merangin: Kami Bersama SBY

tuntas.co.id

Muhlisin

MERANGIN, TUNTAS.CO.ID - Paska pemilu 2019, Partai Demokrat (PD) diguncang isu perpecahan. Sekelompok kader yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat mendesak evaluasi total dan bahkan mengungkit posisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebagian kader partai di daerah angkat suara. Termasuk DPC PD Kabupaten Merangin, Jambi.

Sekretaris DPC PD Merangin, Muhlisin, mengatakan kritik merupakan hal biasa dalam partai politik. Namun mayoritas kader PD ia yakini masih bersama SBY.

"Sebagai kader partai, kami bersama SBY. Beliau pendiri dan ikon utama Partai Demokrat," kata Muhlisin, Kamis (4/7).

Mengenai evaluasi partai, sesuai AD/ART, ada forumnya. Yakni rakernas. Menurunkan pemimpin di tengah jalan ia anggap bukan solusi dan bukan cara yang baik.

"Pada saatnya semua akan dievaluasi. Sebagai kader ayo bersatu ketika situasi tidak ideal sebagaimana diharapkan. Jangan malah merusak dari dalam," tambahnya.

Salah satu yang dipersoalkan oleh FKPD Partai Demokrat adalah Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat yang dikomandoi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). FKPD menyebut Kogasma sebagai badan ilegal.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menegaskan Lembaga Kogasma Pemenangan Pemilu 2019 PD merupakan lembaga yang legal. Melalui keterangan tertulisnya, Hinca mengatakan keberadaan Kogasma sesuai dengan spirit AD/ART PD.

"Kogasma lembaga legal dan sesuai dengan spirit Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat," kata Hinca dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (4/7).

Hinca mengatakan, SK DPP Partai Demokrat No.92/SK/DPP.PD/II/2018, Kogasma dibentuk sebagai respon atas kebutuhan partai dalam menyukseskan perjuangan menuju Pemilu 2019. Sesuai pula dengan UU No.2/ 2011 tentang Partai Politik, AD/ART Partai Demokrat serta Program Umum Partai Demokrat 2015-2020, maka Rapat Pengurus DPP Partai Demokrat pada tanggal 9 Februari 2018 menetapkan terbentuknya lembaga Kogasma ini.

"Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menilai Kogasma ilegal merupakan tudingan yang keliru dan tidak berdasar," ujar Hinca lagi.

Ia menentang pernyataan FKPD yang menyatakan pembentukan Kogasma PD tidak berdampak apapun. Di pemilu 2019, Kogasma PD berhasil menjalankan tugas pokok dan fungsinya untuk menambah kekuatan soliditas kader dan partai untuk mempertahankan kekuatan politik partai di tengah sistem kompetisi politik yang kurang berpihak.

"Hal itu dibuktikan oleh berbagai survei lintas lembaga yang menempatkan elektabilitas Partai Demokrat di kisaran angka sekitar tiga hingga empat persen pada beberapa bulan sebelum pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019," jelasnya.

Meskipun konsentrasi terpecah akibat kondisi istri SBY, almarhum Ani Yudhoyono yang saat itu tengah dirawat intensif akibat kanker darah. Tetapi berkat kerja keras AHY selaku Komandan Kogasma, bersama-sama semua kader di seluruh Indonesia, PD tetap mampu mempertahankan kekuatan politiknya di angka 7,7%.

"Untuk itu, apresiasi yang tinggi patut disampaikan kepada Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan seluruh kader Partai Demokrat atas jasa, kerja keras dan pengabdiannya untuk berjuang demi kejayaan Partai Demokrat," kata Hinca. (mar)