HBA Maju Pilgub Jambi, Kegaduhan Diprediksi akan Reda -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

HBA Maju Pilgub Jambi, Kegaduhan Diprediksi akan Reda

tuntas.co.id

Hasan Basri Agus (HBA)

TUNTAS.CO.ID -
Meski pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jambi masih satu tahun lagi, namun riak antar pendukung bakal calon sudah cukup nyaring.


Setidaknya ada beberapa nama bakal calon yang kini muncul dan banyak diperbincangkan, di antaranya Bupati Sarolangun Cek Endra, Bupati Merangin Al Haris, Wali Kota Jambi Sy Fasha hingga Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis.

Di media sosial, pendukung masing-masing bakal calon ini 'perang urat syaraf', bahkan cendrung sangat gaduh.

Terutama pendukung bakal calon yang memiliki latarbelakang kepala daerah. 

Masing-masing pendukung mencari kelemahan lawan politik, kelemahan itu dijadikan alat untuk menyerang di media sosial guna membangun opini publik.

Contoh untuk Sy Fasha, pendukung bakal calon yang lain menyerang dengan isu mahalnya tarif PDAM di Kota Jambi.

Bahkan ada yang menyitir statemen Wali Kota Jambi itu yang menyarankan menggunakan air galon jika keberatan membayar PDAM.

Statemen Fasha ini jadi andalan pendukung lawan politiknya untuk menyerang.

Pendukung Fasha agaknya tak diam, mereka mengandalkan beberapa jurus, misal soal masifnya aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Sarolangun. Kemudian banyaknya lubang tambang di kabupaten pemekaran Merangin ini.

Narasi soal PETI dan lubang tambang ini tentu untuk mereduksi nama Cek Endra sebagai Bupati di sana, yang digadang maju di Pilgub.

Begitu juga terhadap Al Haris, pendukung serta lawan politiknya saling sindir bahkan saling hina di media sosial.

Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan kelangsungan kehidupan sosial di Provinsi Jambi. Apalagi masing-masing sudah memiliki pendukung hingga ke tingkat kabupaten, dan narasi saling serang juga terjadi hingga ke bawah.

Ini masih satu tahun jelang pemilihan, semakin dekat diprediksi benih-benih konflik ini bisa saja tumbuh.

Sehingga butuh kearifan semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk langkah-langkah politik yang mampu membuat kehidupan sosial di Provinsi Jambi tetap terjaga.

Langkah politik itu bisa dengan memajukan figur yang dapat diterima semua pihak, sehingga kegaduhan ini mampu sedikit diredam.

Contoh seperti yang disampaikan pengamat politik Bahren Nurdin, Hasan Basri Agus (HBA) kata dia memiliki magnet yang cukup kuat untuk saat ini.

Jika HBA maju di Pilgub, ia memprediksi beberapa nama yang muncul ini akan mundur teratur, dan mengalihkan dukungan ke HBA, sehingga pendukung kedua pihak yang gaduh bisa menyatu.

"Magnet HBA cukup kuat, saya prediksi kalau beliau maju, kandidat lain akan berbalik mendukung beliau," kata Bahren.

Melihat kondisi sosial di Provinsi Jambi, memang selayaknya harus ada langkah taktis agar politik tidak menyebabkan konflik.

Pilpres 2019 harus dijadikan contoh, bagaimana membiarkan narasi saling hujat berlangsung lama, sehingga seolah membelah masyarakat dalam dua kubu, yang akhirnya muncul konflik.

Jambi harus mengambil pelajaran. (tim)