Dari Parlemen Jalanan, Juwanda Kini Menuju Kursi Parlemen


Juwanda 
TUNTAS.CO.ID, Jambi - Menjadi seorang aktivis untuk membela kepentingan masyarakat saat kuliah bukanlah pilihan mudah, tidak semua mahasiswa mampu melakukannya.

Hal itu karena kesulitan membagi waktu antara kegiatan akademisi di kampus, dan advokasi untuk mendampingi kepentingan masyarakat.

Namun ada juga yang berhasil menjalani keduanya, sukses di dalam akademisi dan tetap komitmen mengedepankan perjuangan untuk masyarakat.

Sebut saja nama Juwanda, pria kelahiran Lembah Masurai, Merangin ini dikenal sebagai aktivis paling vokal di IAIN STS Jambi.

Ia menjalani aktivitasnya sebagai demonstran sejak tahun 2000, di saat kondisi bangsa sedang sulit, di mana tengah terjadi peralihan kekuasaan dari pemerintahan orde baru ke reformasi.

"Saat itu mahasiswa dituntut untuk bisa mengawal proses reformasi sesuai dengan yang dicita-citakan masyarakat," kata Juwanda.

Sepak terjang Juwanda cukup panjang sebagai aktivis, lewat perahu perjuangannya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Setelah cukup banyak melakukan advokasi di Jambi, ia melaniutkan perjuangan di Jakarta, masuk sebagai jajaran Pengurus Besar (PB) PMII hingga 2011.

Pria yang memiliki satu putri ini kepada Tuntas menyebut memiliki komitmen yang sama seperti sebagai seorang aktivis, yakni berjuang sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat, ikut menjamin petani mendapatkan pupuk, ikut mengawal agar bahan pokok tetap terjangkau, ikut berjuang mewujudkan pendidikan berkualitas dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Namun ruang perjuangannya berbeda, jika saat sebagai aktivis Juwanda berjuang sebagai demontran di jalanan, kini ia mencoba untuk berjuang lewat lembaga yang memiliki fungsi besar untuk bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat, yakni lembaga legislatif.

Juwanda maju untuk menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi, lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 2, dari daerah pemilihan (Dapil) Merangin-Sarolangun.

"Komitmen kita sama, berjuang untuk kepentingan masyarakat, hanya tempatnya yang berbeda, kemarin sebagai demonstran, saat ini lewat parlemen, karena jika berjuang lewat lebaga legislatif, maka proses realisasi dari apa yang dibutuhkan masyarakat lebih cepat bisa diwujudkan," kata pria yang kini menjabat sebagai Ketua PW GP Ansor Provinsi Jambi ini. (**)

Reporter: Budi Darma 

No comments:
Write komentar