BNNP Sarankan OPD Tanjabbar Anggarkan Kegiatan Tes Urine

 

TUNTAS.CO.ID, Tanjabbar - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)Jambi mengelar sosialisasi Inpres nomor 6 tahun 2018, tentang rencana aksi sosial pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor Narkotika(P4GN) bertempat di Aula Kantor Bupati, Selasa (2/10).

Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol Heru Pranoto di hadapan para kepala OPD dan camat serta kepala bagian di lingkup Setda Tanjab Barat mengimbau agar kegiatan P4GN bisa dilakukan atau dianggarkan di masing masing OPD, tergantung Tupoksinya.

"Contoh kegiatan yang bisa dilakukan seperti tes urine dan sosialisasi bahaya narkoba," katanya.

Kepala BNNP itu mengatakan, hasil  BNN RI pada tahun 2017 jumlah penyalahgunaan di Indonesia berjumlah 3.376.115 Orang yang terdiri 59% dari lingkungan pekerjaan, 24% lingkungan pendidikan dan 17 % populasi umum.

"Sementara di Provinsi Jambi Jumlah penyalahgunaan narkoba 53.177 orang yang terdiri dari lingkungan pekerjaan 31.374 orang , lingkungan pendidikan 12. 763 orang dan populasi umum berjumlah 9.040 orang," tuturnya. 

Sementara itu Bupati Tanjab Barat, Safrial mengatakan dengan percepatan pembangunan Lanal harapannya pelabuhan pelabuhan tikus tidak ada lagi. Dengan demikian agar penyeludupan barang haram narkoba dapat di atasi. 

"Saya berharap Ibu-ibu PKK berperan aktif dalam pencegahan narkoba," harap bupati.

Sebagaimana Intruksi Presiden No 6 tahun 2018 pada huruf ke 5 mengatakan bahwa pelaksanaan rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2018-2019 dapat mengikut sertakan masyarakat. 

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tanggal 20 September 2018 yang lalu telah menetapkan Desa Tanjung Bojo Kecamatan Batang Asam sebagai kampung anti narkoba. (**)

Reporter : Anto

No comments:
Write komentar