Formula 7S Dubes RI Promosikan Destinasi Wisata Indonesia di Tiongkok

 
Surga di khatulistiwa... Indonesia dilimpahi keberkahan dan keistimewaan yang tidak terbayangkan. Kehangatan sinar matahari sepanjang tahun (Sun), birunya laut yang membentang (Sea), pasir pantai yang lembut (Sand), ketulusan senyum (Smile) serta pelayanan yang prima (Service) membuat wisatawan yang pernah mengunjungi Indonesia akan selalu rindu untuk datang kembali. 

Keindahan alam Indonesia (Scenery) yang mengagumkan akan terasa sulit untuk dilupakan. Semua unsur tersebut dipastikan akan memberi kepuasan (Satisfaction) kepada para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Cerita tentang keistimewaan Indonesia itu dibagi oleh Duta Besar RI Djauhari Oratmangun kepada para tour operators dan travel agents dalam acara Sales Mission in North China 2018 di Beijing. Kegiatan tersebut digagas oleh Kementerian Pariwisata RI, didukung oleh KBRI Beijing dan pemangku kepentingan lainnya. 

Kemitraan komprehensif strategis antara RI - RRT telah memberikan ruang yang luas bagi kedua negara untuk mengembangkan kerja sama di berbagai bidang. Investasi, turisme dan ekonomi digital merupakan tiga bidang kerja sama bilateral yang potensial untuk lebih dikembangkan. Dubes Djauhari menegaskan kedua negara dapat bersama-sama tumbuh menjadi kekuatan besar di kawasan.  

Dalam paparannya, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional I (Great China), Kemenpar, Vinsensius Jemadu, menyampaikan bahwa pada tahun 2017, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia mencapai 14 juta orang. Pada tahun 2018, diharapkan jumlah tersebut dapat mencapai 17 juta orang. Adapun  target wisatawan Tiongkok ke Indonesia sejumlah 3 juta orang pada tahun 2018. Disampaikan pula bahwa Indonesia memiliki beragam destinasi wisata yang tak kalah indah dengan Bali seperti Danau Toba, Tanjung Lesung, Borobudur, Kepulauan Seribu, Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi dan Morotai (Maluku). Untuk mendorong peningkatan jumlah wisatawan asing ke Indonesia, Kemenpar menetapkan 3 prioritas pada tahun 2018 yaitu yang terkait Airlines, Homestay dan Digital Tourism. 

Kegiatan di Beijing ini merupakan rangkaian kegiatan Sales Mission in North China 2018 di kota-kota Hefei, Xian dan Beijing. Respon masyarakat di Tiongkok Utara terhadap kegiatan tersebut sangat positif dan terlihat antusiasme yang tinggi dari para tour operators dan travel agents di ketiga kota. 

Kegiatan promosi wisata Indonesia di Tiongkok ini dilanjutkan dengan partisipasi Indonesia, yang di koordinir oleh Kementerian Pariwisata RI, pada Beijing International Tourism Expo (BITE) 2018 di China National Convention Center pada 15 - 17 Juni 2018. Pengunjung paviliun Indonesia di hari pertama pembukaan mendapat kesempatan mencicipi sajian kopi dan kue khas Indonesia. 

Panitia BITE 2018 menargetkan pameran diikuti oleh kurang lebih 2100 exhibitors dari dalam dan luar negeri,  serta mengharapkan dapat menarik 12 ribu pengunjung bisnis dan 90 ribu pengunjung publik. Selain Indonesia, peserta luar negeri pada pameran ini antara lain dari Korea Selatan, Thailand, Venezuela, dan Pantai Gading. (**)
No comments:
Write komentar