Dubes RI Beijing Ajak Pengusaha Hong Kong untuk Berinvestasi di Indonesia

 
TUNTAS.CO.ID, Hong Kong – Lebih dari 30 undangan hadir dalam working luncheon bersama Dubes RI Beijing di BNI Hong Kong. Sebanyak dua puluh investor Hong Kong dan 13 pejabat BUMN yang ada di Hong Kong ikut dalam acara tersebut. Kegiatan berlangsung atas kerjasama KJRI Hong Kong dengan BUMN di Hong Kong.
Para pengusaha Hong Kong tersebut berasal dari berbagai ragam usaha mulai dari bidang infrastruktur, power plant, perbankan dan keuangan serta jasa dan perdagangan. Beberapa dari mereka telah berada di Indonesia dan berinvestasi pada power plant sedang lainnya sedang dalam tahap aproses, yaitu pengelolaan industrial waste di kawasan industri.  
Konjen Tri Tharyat dalam pengantar memperkenalkan Dubes RI Beijing atau akrab dipanggil Dubes Djo yang akan memaparkan gambaran dan perkembangan  dan potensi investasi saat ini di Indonesia. Dubes Djo yang belum lama ini menempati pos di Beijing, setelah penyerahan credential (surat kepercayaan) beberapa waktu lalu, dengan lawatan pertama ke Hong Kong yang merupakan hub untuk urusan bisnis dunia termasuk dengan Tiongkok. Maksudnya tiada lain, untuk mengupayakan 3 (tiga) misi penting yaitu, peningkatan perdagangan, investasi dan turisme bukan saja di Tiongkok tetapi juga Hong Kong sebagaimana diminta Presiden Jokowi.
Dubes Djo menyampaikan paparan dengan topik Investment in Indonesia for the Belt and Road Initiative. Kerjasama Belt and Road cukup bergema di Indonesia dengan beberapa proyek yang sedang berjalan maupun dalam tahap penjajagan dengan pengusaha Tiongkok.  
Mengutip laporan Bank Dunia dengan judul Investing in Indonesia: Why Now?, dijelaskan upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas lingkungan usaha bagi  sektor swasta, khususnya beberapa tahun belakangan. Dengan beberapa indikator ekonomi antara lain, pertumbuhan yang stabil dalam 10 tahun terakhir, kenaikan tingkat investasi, peringkat 5 ekonomi dunia sebelum tahun 2030 dan  perubahan iklim kemudahan berusaha. Disampaikan juga investasi yang terbuka di berbagai sektor ekonomi seperti perikanan, pertanian, energi, perbankan, pariwisata.
Dubes Djo uraikan hasil kunjungan Perdana Menteri Li Keqiang ke Indonesia belum lama ini untuk peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Berbagai isu dibahas antara lain akses pasar palm oil, bird nest, tropical fruits, investasi pengembangan koridor ekonomi di 4 propinsi, e-commerce, ekonomi kreatif, kayu, elektronik, kerjasama pendidikan.
Bagian investasi Hong Kong di Indonesia, dijelaskan bahwa Hong Kong merupakan peringkat ke-4 investor di Indonesia yang dalam tahun 2017 dengan nilai 2,1 miliar USD dengan 812 proyek. Diharapkan dengan kerjasama sinergi dengan pengusaha Hong Kong, target pada tahun-tahun yang akan datang dapat ditingkatkan lagi.Untuk itu, Dubes Djo mengajak pebisnis Hong Kong untuk menggunakan kesempatan investasi di Indonesia diberbagai proyek infrastruktur dan potensi ekonomi lainnya. KBRI Beijing dan KJRI Hong Kong akan membantu investor Hong Kong dalam merealisasikan investasinya di Indonesia.
Pada sesi tanya jawab, Dubes Djo menjelaskan komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan dalam layanan perbankan Indonesia dalam investasi dan Konjen Tri menanggapi soal permintaan Pekerja Migran Indonesia ke Tiongkok yang hingga saat ini belum terbuka bagi pekerja asing. Mengakhiri pertemuan ini, Dubes Djo mengharapkan dukungan dari pelaku usaha Hong Kong dalam mewujudkan ketiga misi tersebut dan KBRI Beijing dan KJRI Hong Kong siap membantu.
Selain working luncheon tersebut, Dubes Djo juga menyambangi BNI dan Mandiri untuk melihat secara dekat operasional 2 (dua) bank pelat merah dalam melayani masyarakat utamanya Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong. Kebetulan kedua BUMN berdekatan dan ada dilokasi strategis di kawasan Admirality, Hong Kong. (**)
Tidak ada komentar:
Write comments