Tulisan Netizen Ini Pukul Telak Maharani yang Singgung Jokowi Nonton Dilan -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

Tulisan Netizen Ini Pukul Telak Maharani yang Singgung Jokowi Nonton Dilan

tuntas.co.id



TUNTAS.CO.ID - Belum lama ini netizen diramaikan tulisan akun Maharani Hasan, yang menyinggung Presiden Joko Widodo nonton film Dilan, padahal ada yang sedang terkena bencana.

Namun, netizen lainnya juga bereaksi menyikapi tulisan satir tersebut ut, di antaranya akun Facebook Yusuf Muhammad.

Yusuf bukan hanya menjelaskan soal banyaknya pembangunan yang sudah dan sedang dilakukan oleh Presiden Jokowi, namun juga dilengkapi hadist-hadist soal pentingnya membuat badan istirahat.

Ia juga menyentil Maharani yang justru tidak menyinggung pemerintah Jawa Barat soal bencana di Cirebon dan Kuningan tersebut.

Tulisan Yusuf sudah dibagikan lebih 8.000 kali, dan ditanggapi lebih 13.000 kali oleh netizen. Berikut tulisan Yusuf Muhammad: 

Wahai Maharani Hasan sang pejuang Khilafah dan Alumni 212,

Maaf sebelumnya saya tidak tahu Anda, tapi jika saya lihat dari akun Anda, sepertinya Anda Alumni 212 dan pejuang khilafah.

Anda wanita muslimah yang hebat karena baru menulis beberapa paragraf, Anda sudah mampu memancing syahwat para kaum muslim untuk mencaci maki Presiden Joko Widodo secara membabi buta. (Lihat gmbr. Screenshot 9 dst)

Tulisan Anda dengan judul "Jok VS Mai" begitu viral hingga dibagikan lebih dari 21 ribu kali. Sayangnya, sepertinya hanya daftar teman Anda saja yang bisa komentar di status tersebut. Tadinya saya mau komentar tapi berhubung tidak bisa jadi saya buat tulisan saja, semoga tulisan ini sampai ke Anda.

Baiklah, harus saya akui Anda wanita yang hebat, mengapa? Karena ketika seorang Presiden sedang nonton filem di bioskop, Anda justru sedang sibuk ke Kuningan, Cirebon untuk menolong korban bencana alam. Seperti yang telah Anda utarakan dalam tulisan Anda. (Lihat gmbr. screenshot 1)

Ironis sekali ketika Anda menunjukkan kehebatan yang sedang Anda lakukan, namun dilain sisi Anda menggiring opini publik seakan Presiden hanya memikirkan kesenangan tanpa berkerja memikirkan rakyatnya. Dan misi Anda berhasil, 99% netizen yang membaca tulisan Anda ramai2 menghina dan menghujat Presiden secara membabi buta.

Wahai Maharani Hasan sang pejuang khilafah, lantas apakah Anda siap bertanggung jawab atas cacian dan hinaan yang ditujukan kepada Presiden? Benarkah Presiden tidak berkerja memikirkan rakyatnya dan hanya senang-senang seperti persepsi Anda?

Wahai Maharani Hasan, butakah mata Anda ketika Presiden sudah berkerja pagi-siang-malam blusukan hingga kepelosok negeri dari Sabang hingga Merauke? Bahkan sering waktu istirahat yang menjadi hak Presiden itu 'dikorupsi' oleh dirinya karena bukan digunakan untuk istirhat tapi digunakan untuk berkerja.

Silakan Anda cari beritanya, sudah seringkali dihari libur Sabtu-Minggu, waktu itu digunakan Presiden untuk berkerja meninjau pembangunan atau meresmikan proyek-proyek infrastruktur diberbagai daerah. Dan kalaupun diwaktu libur Presiden menggunakan haknya bersama keluarga, apakah itu perbuatan dzolim? Tentu tidak!

Ketika Anda membantu korban bencana alam di suatu daerah lantas kenapa nama Presiden yang langsung 'ditembak'? mengapa nama kepala daerah setempat tidak Anda singgung sama sekali? Tampak sekali kebencian Anda pada seorang Presiden, padahal sejatinya Presiden juga manusia biasa yang juga butuh istirhat dan hiburan sama seperti manusia lainnya.

Anda nyuruh Presiden kerja terus tanpa istirahat? Berkerja terus-menerus itu tidak baik, Rosulullah juga melarang itu, karena tubuh ini juga punya hak untuk istirhat agar tetap sehat dan kuat serta dapat menjalankan ibadah ataupun perkerjaan dengan baik. Rosulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya tubuhmu punya hak atas dirimu. (HR. Imam Muslim ).

Dan Alllah SWT juga mengatakan bahwa kita sebagai manusia juga tak boleh melupakan kenikmatan dunia yang memang telah diberikan sebagai hak setiap hamba-Nya:

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu ( kebahagiaan ) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari ( kenikmatan ) duniawi dan berbuat baiklah ( kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.”(Q.s. al Qashash 28 : 77).

Jadi, jika Allah SWT dan Rosul-Nya saja tidak 'kaku' dalam hal perkerjaan dan kenikmatan duniawi, lantas mengapa Anda begitu kaku dan abai terhadap hak-hak yang dimiliki tubuh seorang insan atas dirinya?

Jika penampilan Anda tampak begitu islami, maka harusnya jiwa Anda juga mengikuti. Jangan hanya tampilan luar saja yang tampak indah namun dalamnya busuk seperti sampah. Presiden yang sudah berkerja pagi-siang-malam saja kau masih nyinyirin, apalagi pas Presiden nonton bioskop!