Banjir Lumpuhkan Separuh Jakarta, Sandi : Bisa untuk Stok Air 10 Tahun

 

Banjir Jakarta menyebabkan kerusakan di beberapa titik.
TUNTAS.CO.ID, Jakarta - Hujan disertai angin kencang yang melanda kawasan Jakarta sejak Senin (11/12/17) siang hingga sore, mengakibatkan pohon tumbang, dahan pohon patah, genangan, banjir, serta kemacetan.
Bahkan DKI Jakarta kebanjiran, sehingga melumpuhkan kota Jakarta.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaui akun twitternya memberitakan, beberapa wilayah yang diguyur hujan di antaranya Tanah Abang, Menteng, Senen, Johar Baru, Cempaka Putih, Cakung, Pulogadung, Jatinegara, Duren Sawit, Kramatjati, Pasar Rebo, Ciracas, Cipayung, Pasar Minggu, Pancoran, tebet, Setiabudi, Mampang, Kebayoran, Cilandak, dan Pesanggrahan.
Di tengah kondisi banjir, warga dihebohkan oleh pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang banyak beredar di media sosial dan media massa.
Yakni soal menampung air hujan ini, dan bisa untuk stok kenutuhan air Jakarta 10 tahun, sebagaimana dikutip dari Tribun Medan.
"Kalau air hujan kita tampung, kebutuhan air Jakarta 10 tahun ke depan bisa tertangani. Kita enggak punya sistem ini," katanya di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/12) sore.
Untuk itu pihaknya mulai melakukan persiapan seperti menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 triliun sampai Rp 100 triliun untuk pengadaan air minum.
Menurut Sandi, banjir yang melanda wilayahnya hari ini akibat anomali cuaca.
"Saya sudah punya pemantau banjir," kata dia. (**)

Tidak ada komentar:
Write comments