30 December 2017

Bangunan Madrasah Ini Nyaris Ambruk, Padahal di Dekat PetroChina



Anak-anak saat belajar di MDTA
TUNTAS.CO.ID, Tanjabbar - Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Tanjabbar dalam kondisi memprihatin.

Bangunan Madrasah yang terletak di Dusun Karya Lestari Satu, Rt 01, Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat sudah dalam keadaan reot.

Dari tiga ruangan yang ada, dijadikan ruang belajar peserta didik untuk 6 kelas, itupun juga sangat jauh dari kesan kenyamanan. 

Kemudian satu ruangan untuk guru sama sekali tidak bisa disebut ruangan yang layak.

Dinding di sekeliling bangunan Madrasah yang berada di wilayah operasi perusahaan Migas PetroChina ini tampak bolong dan lapuk, sementara lantainya hanya tanah dengan sedikit ada semen.

Bangunan kelas yang ada juga terancam ambruk, dan mirisnya saat hujan, air masuk ke bagian dalam.

"Pihak  madrasah ini sudah mengajukan proposal ke perusahaan-perusahaan yang terdekat di sini, seperti PetroChina dan PT WKS, namun belum ada tanggapan," kata Kepsek, Nasihudin Mustofa, Sabtu (30/12).

Pria yang akrab disapa Tofa ini mengungkapkan, Madrasah swasta di bawah naungan Kementerian Agama tersebut mulai didirikan sejak tahun 2010 dengan dana yang bersumber dari swadaya masyarakat setempat. Dan status tanahnya pun sudah hak milik Madrasah dengan surat-surat tanah yang komplit.
"Dengan jumlah anak didik sekitar 60 orang lebih, tenaga pengajar 6 orang.  Setiap hari itu 3 orang (guru) yang masuk, jadi seminggu kena tiga kali masuk," jelasnya. (**)

Reporter: Anto

No comments:
Write comments