dr Fred, Secara Berantai Membunuh 215 Pasiennya -->
Cari Berita
GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, JAGA JARAK DAN RUTIN CUCI TANGAN, KITALAH YANG MENCEGAH COVID-19

dr Fred, Secara Berantai Membunuh 215 Pasiennya

tuntas.co.id




Bicara soal pembunuhan berantai kurang pas jika tidak menyinggung sepak terjang seorang dokter dari Inggris, dr Harold Frederick Shipman. 

Dalam pengungkapan yang dilakukan polisi, dr Fred  memberikan dosis mematikan diamorphin kepada banyak pasiennya yang rerata orang tua. 

Dalam penyelidikan terungkap dr Fred membunuh 215 orang pasiennya. 

Pertama kali pembunuh, Fred memberikan dosis berlebihan yang mematikan kepada 15 pasiennya. 

Setelah dibunuh, Fred kemudian membuat sertifikat kematian para korbannya dan menuliskan kematian itu akibat faktor tua.

Hingga akhirnya seorang dokter di Brooke Surgery, Hyde, dr Linda Reynolds, merasa curiga atas tingginya angka kematian pasien dr Fred. 

Bersama dokter lain, Linda pun melaporkan keganjilan tersebut kepada polisi yang kemudian memulai investigasi atas kasus yang  dikenal sebagai Shipman Case itu.

Polisi menamakan penyelidikannya disebut Shipman Inquiry.

Dari proses pengadilan Fred dinyatakan bersalah dan terbukti telah membunuh sedikitnya 215 orang.

Hanya saja meski sudah terbukti di pengadilan dan dihukum seumur hidup, Fred menyangkal semua tuduhan itu.

Namun pria yang sejak kecil ini tergolong anak cerdas dan sangat dekat ibundanya, Vera, tidak mampu membuktikan kalau dirinya tidak bersalah. 

Fred menjalani hukuman penjara dengan keamanan tingkat tinggi di Wakefield Prison, West Yorkshire.

Pada 13 Januari 2004, dr Fred ditemukan tewas gantung diri di kamar selnya. 

Kematian Fred membuat semua menjadi misteri, karena belum diketahui apa motif Fred membunuh para pasiennya. (**)