Ratusan Ribu Akun Tinggalkan Group Saracen

 

TUNTAS.CO.ID - Direktorat Tindak Siber Bareskrim Polri telah mengungkap praktik organisasi penyebar ujaran kebencian, Saracen Tindakan itu ternyata berdampak pada jaringan sindikat itu.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, 800 ribu akun terkoneksi dengan jaringan Saracen melalui grup Facebook. Namun, seiring penangkapan pimpinannya, akun yang terkoneksi berkurang banyak.

"Seiring tertangkap mereka (pimpinan Saracen), perlahan mulai berkurang sampai ratusan ribu. Karena mereka sadar yang dilakukan itu salah," ucap Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (29/8).

Ia menjelaskan, Saracen merupakan sebuah grup di media sosial (medsos) Facebook dan portal berita. Jasriadi memanfaatkan grup Facebook untuk menawarkan pekerjaan sebagai ahli IT medsos.

Hal itu, menurut dia, bertujuan mengunggah konten yang berisikan fitnah, 
hoax, dan ujaran kebencian yang melanggar Undang-Undang ITE.

"Ke depannya kita akan mendalami peran mereka termasuk peran kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Saracen," ujar dia.
Sebab, kata Rikwanto, kelompok yang sebelumnya terafiliasi Saracen bisa saja mendapatkan pesanan-pesanan ujaran kebencian pada masa mendatang.


"Bukan tidak mungkin ke depan mereka akan mendapatkan pesanan tertentu sesuai profesi mereka," jelas Rikwanto. (liputan6)
Tidak ada komentar:
Write comments